Jam dinding telah menunjukkan pukul 22.52 WIB. Kurasakan lelah dan sekujur tubuhku kaku karena sudah berpuluh-puluh jam duduk dikursi kantor. Leherku serasa tercekik oleh tangan berdarah dingin dan itu rasanya sangat menyiksa.
" Tok tok tok!"terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Apakah itu petugas ob, atau itu rekan kerjaku?" tanyaku dalam hati sambil bergegas menuju pintu.
Kubuka pintu tersebut dan...............ternyata itu rekan kerjaku, Hafiz namanya.
"Eh bro, loe lembur lagi?" tanyanya padaku.
Sebenarnya dia tidak perlu bertanya seperti itu, karena seharusnya dia sudah tau.
" Menurut loe?" jawabku sewot.
Dia langsung nyengir sambil tertawa seraya menepuk-nepukkan tangannya ke bahuku. Ku persilahkan dia masuk dan langsung kutanya apakah dia ingin minum.
" Air putih aja bro sama es batu, biar melek terus" kata Hafiz.
Segera ku buatkan dia segelas air putih beserta sebongkah es batu.
Saat aku akan memberikan gelas itu, tiba-tiba " Prang!" gelas itu jatuh ke lantai.
Sontak aku terkejut dan langsung meminta maaf kepada Hafiz. Hafiz langsung mengambil pecahan gelas tersebut. " Aww" erang Hafiz.
Keesokan harinya..............
Saat aku keluar dari toilet, tak sengaja aku bertemu Hafiz. "Gimana jari loe, udah sembuh?" tanyaku padanya. Namun dia diam saja dan tidak menjawab. Belum sempat ku bertanya lagi, dia langsung menunjukkan jarinya dan berkata bahwa dia tidak apa-apa.
Baguslah kalau begitu, lalu aku keluar menuju ke ruanganku dan aku bertemu lagi dengan Hafiz. Namun ada yang berbeda dari dirinya. Dia memasang wajah murung. " Lain kali hati-hati bro. Jari gue masih perih" kata hafiz seraya menunjukan telunjuknya yang merah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar