Di toko buku, aku mencari sebuah buku bersampul ungu
dan bergambar pita berwarna hitam. Aku tidak mengerti mengapa aku mencari buku
tersebut, seperti tanpa komando aku melakukannya. Hampir ratusan kali aku
bertanya pada orang disekitar sini mengenai buku tersebut, namun tak ada
satupun yang tahu.
“Buuuggg…..!” tak sengaja aku menabrak pintu masuk
toko tersebut. Sesungguhnya tidak sakit, namun entah mengapa tubuhku langsung
ambruk sesaat dan pening mulai terasa dikepalaku.
“Giana, kamu kenapa?” sapaan tersebut terdengar
sangat asing ditelingaku. Sepertinya aku belum pernah mendengar suara orang
tersebut. Saat aku memalingkan wajah, terlihat lelaki tersebut sedang menatapku
penuh ceria dengan senyuman yang lebar tanpa ada rasa kasihan padaku. Itu bukan
masalah bagiku, untung saja dia tampan, kalau tidak mungkin sudah aku tendang
jauh-jauh dari hadapanku.
Perjelas
mimpiku! Inilah mimpiku! Aku sang pengendali mimpi!
“Kamu siapa? Kenapa kamu tahu namaku?” tanyaku
dengan serius.
“Kamu aneh deh, kita kan pacaran.” seketika dia
bingung dengan pertanyaanku. Aku berusaha menemukan solusi agar aku dapat
mengetahui namanya tanpa sepengetahuan lelaki ini.
Anggap saja dia
“Mochi”. Lihat saja pipinya yang gendut.
“Mochi kita makan yuk, perutku terasa sangat lapar.”
“Ayo, aku juga lapar.” dia merespon baik ajakanku.
Semua yang aku
lakukan pasti benar.
***************************************************************
